Puisi: Fragmen Kota (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Fragmen Kota

Tibalah saatnya
Bila malam melambungkan warna cadarnya
Kuraih-raih, mengisap menggelenyar
Lolos di ujung-ujung pandang
jarak yang gelisah menunggu

Datangku, datangku saudara
Betapa perlunya menopang kata
Ke tengah malam menuntun
Kudengarkan, kudengarkan sahabat
Dalam diam, selama ini menyimpang balasan
Atau kata-kata terpaksa bagai saksi
Aku tahu akan mengusik kedamaianmu

Kapan terasa dalam luyak-luyak matamu
Perlukah kita mengutuk, lantaran fananya
Ah, betapa fananya sebuah pendirian
Seorang-seorang saling tidak memerlukan
Dalam kebahagiaan rumah tangga pribadi
Dan kita pun menyisih di semak-semak malam

Rumah kita adalah fragmen kota ini
Bila melenguh angin dingin di sini menginap
Lugu pintu jendelanya kuyu
Segala menerima masa bodoh

Akhirnya kita akan mengerti, saudara
Akan kisah dendam yang terbenam
Menebus dosa dan berdoa untuk musuh
Ah, apakah masih ada rumusnya musuh
Di sini nafsu yang runtuh
Berdiri terlutut, mengaku titah
Minta maaf, dan mengalah

Di sinilah sahabat
Bayang-bayang kota kita yang basah
Dan bila senyap mati langkah
Dada-dada kebenaran yang luka — sama-sama
luka Antara kita yang menderita, menderita atas kepercayaan.

Puisi: Fragmen Kota
Puisi: Fragmen Kota
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Patah Hati Islami
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar