Genderang Perang

malam itu
kugigit sisa benang penjahit bajumu kandaku
kugigit dengan gigiku runcing

kudengar merdunya genderang perang
menyerumu kembali
dari istirahat hanya sebentar
untuk tampil lagi ke medan

malam itu
kugigit sisa benang jaitan
dan kugigit juga bibirku kecil
penahan gairah
melepasmu pergi
untuk berlawanan
habis-habisan

jangan sangsikan kami yang tinggal
kami pun menunggu
tiba saatnya pasti maju
menuntut bela ke garis depan

bila ajalmu tiba kandaku sayang
terimalah dengan tenang
dan sebagai kenangan terakhir
pandang serta kecup jaitan di bajumu
di mana pernah hadir gigil tangis dari bibirku

Tapi bila Tuhan memberimu umur panjang
dan kemenangan di tangan
segeralah pulang
kita panjatkan doa bersyukur
dan hangatkan O, kandaku sayang anak-anak kita
dengan kisah-kisah perjuangan

Puisi: Genderang Perang
Puisi: Genderang Perang
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Sastra Demokrasi

Post A Comment:

0 comments: