Puisi: Hari Berkabung (Karya Slamet Sukirnanto)

Hari Berkabung

Mari merenung sejenak
Musibah dan bencana
Yang tidak kita inginkan ini
Selasa, 12 Mei 1998
Menjelang senja hari!

Sekuntum bunga
Pita hitam di lengan kiri
Sang Saka Merah Putih
Setengah tiang kita kibarkan
Di langit Jakarta yang kelam
Tanda duka yang dalam

Tundukkan kepala
Tangan dua menadah ke angkasa
Memanjatkan doa kepada Illahi
Bagi para syuhada
Empat mahasiswa
Pejuang reformasi
Universitas Trisakti
Yang rebah dan gugur
Ditembak semena-mena
Mereka yang seharusnya
Mengayomi bangsa

Ditembus pelor dan peluru
Konon dibeli
Rakyatnya sendiri
Sungguh tak mengerti
Di zaman edan sekarang ini
Pejuang mahasiswa
Menggunakan mimbar dan kata-kata
Dilawan dengan senjata
Menyuarakan kebenaran
Dihadang tameng bedil
Panser dan tank baja!

Oh, dunia
Ternyata
Suara mahasiswa
Ampuh, menakjubkan
Suara anak-anak muda
Dahsyat
Dan telak kena sasaran
Oh, mahasiswa
Putra-putra bangsa
Suaramu - juga dentang hati nurani
Lebih menakutkan
Hari ini

Oh, mahasiswa
Kini. Apakah engkau
Terus terhenyak sendu
Atau melanjutkan perjuangan suci
Dengan caramu sendiri

Dengan mimbar dan kata-kata
Berikan senyummu dan sekuntum bunga
Kalau senjata tetap ditodongkan ke dada
Hari depan milikmu!
Hari depan di tanganmu!

Jakarta, 16 Mei 1998
Puisi: Hari Berkabung
Puisi: Hari Berkabung
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Cinta Guru
    Blogger
    Disqus
    Komentar

    Tidak ada komentar