Puisi: Hari demi Hari (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Hari demi Hari
Sanatorium Solsana

Terasa hari-hari yang kering
mengelepas bayang-bayang
Mengisap mataku

Muntah segala bunyi terpendam
Suara-suara pembalasan
mengancam umurku

Lumpur peluh di awan langit
Manahan kata terakhir
Menggamang bisu

Ah, terasa tua hari-hari yang kering

Puisi: Hari demi Hari
Puisi: Hari demi Hari
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Kecewa untuk Sahabat
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar