Puisi: Jalan Raya Ibu Kota (Karya Leon Agusta)

Jalan Raya Ibu Kota

Kudengar topan menggertak dan angin menerjang
“Apakah belum lagi siap; aku tak akan pernah siap”
Bahkan untuk tidur
Tapi aku tertidur juga
Diayunkan deru cemas
Dinyanyikan jeritan badai
Sampai pagi yang pucat
Membangunkanku
“dalam tidur, mimpi buruk selalu mengejarku”
Pagi hari
Musim tampak memanjang oleh cahaya yang rebah
Dari timur
Dan kabut masih kental mendekap jendela
Kutatap Koran pagi yang terhantar lemas di atas meja
“Cinta kekasihku lenyap di jalan raya”
“Dendam kekasihku berkeliaran di jalan raya”
Aku cemas sebab aku belum kemas untuk menyempatnya
Di senja penghabisan; di jaringan jalan raya ibu kota
Berdebaran aku menunggu begitu gairah
Mendengar nyanyian dan bisikannya
Walau mimpi buruk selalu mengejar

Puisi: Jalan Raya Ibu Kota
Puisi: Jalan Raya Ibu Kota
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar