Puisi: Ke Manakah Tujuan Kita, Cintaku? (Karya Leon Agusta)

Ke Manakah Tujuan Kita, Cintaku?

Perjalanan semakin jauh
Ke manakah tujuan kita, cintaku?
Di kaki lembah tak bernama di sana kita akan istirahat
Bila malam menggelantung, kenangan akan menjemput
Harapan yang pernah ada dalam belenggu masa lalu
Ketika masih ada yang tahu membaca bahasa isyarat
Juga almanak dan petunjuk buat kafilah pengembara

Kita pernah tahu di mana berada dan sampai di mana
Kita pernah bisa berkata rindu, ketika masih ada tahta
Buat kata-kata dan masih ada yang menulis buat kita

Kini kita tak tahu bagaimana bisa belajar membaca
Di lorong-lorong jagal berjaga memenggal kenangan
kaum pengembara. Menenggelamkannya dalam hutan
Semua tanda sudah mereka musnahkan

Tukang jagal akan tetap tukang jagal dengan lakunya

Tapi kita dapat menulis nyanyian dengan suara hujan
Berlaksa nada suara dari tujuh langit dan hutan
Saling bertanya bersahut-sahutan: ke mana?

2007
Puisi: Ke Manakah Tujuan Kita, Cintaku?
Puisi: Ke Manakah Tujuan Kita, Cintaku?
Karya: Leon Agusta


Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar