Masihkah Ia di Sana

Seseorang pulang dari rantau
Dalam hati bertanya
Masihkah ia ada di sana

Ia memang berniat pulang
Walau ia tahu
Dulu ada pesan
Capailah bulan
Kemudian kirim sinar
Ke kampong halaman

Ia memang lebih cepat pulang
Bulan belum di tangan
Dan sinar belum terkirimkan
Ia lebih cepat pulang
Hanya ingin tahu
Masihkah ia di situ

Di ujung kampong
Ia tak lagi melihat kampong
Lebih ke depan
Tak juga bertemu kampong
Ia melihat tanda tanda
Dulu ada pohon nangka
Ada pohon kemiri
Tapi sudah tak ada lagi

Ia semakin gundah
Dalam hati bertanya lagi
Masihkah ia ada disini

Tiba di pinggir kampong yang lain
Barulah ia tahu
Kampungnya sudah tiada
Telah lenyap dibawa bencana
Air bah dari hulu menenjangnya
Setelah pohon demi pohon
Ditukar dengan rupiah
Dan ia pun semakin gundah
Masihkah ia ada di sana

Banda Aceh, 11/3/2011
Puisi: Masihkah Ia di Sana
Puisi: Masihkah Ia di Sana
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi untuk Demokrasi

Post A Comment:

0 comments: