Mataku dan Matahari

Luluh lesah kujilat peluh
Rekah lidah bangkit menggeliat
Urat-urat regang siang terpanggang
Bayang-bayang tersirap menyala terbakar

Telah kupanggul matahari, tanpa
Kunyana pembakaran bumi jelaga
Awan-awan tersapu, luka jari-jari
Hari terputus sumbu

Kakiku bergisir pingkur
Mengelupas jejak matahari
Merejam garis-garis langkahku
Memintas ubun-ubun dan cakrawala
Tercecah segala bayangan
Ah, masih kucoba meremas bara
Tantangan di langit mengutuk, lalu
Berhadap-hadapan mataku dengan matahari

Puisi: Mataku dan Matahari
Puisi: Mataku dan Matahari
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Akhir Tahun Islami

Post A Comment:

0 comments: