Musim yang Terbunuh

Letus bedil menjerit jauh
Sesayup malam yang berjaga hiba
Matinya anak murtad yang meronta

Letus bedil menjerit hatinya
(Jahatku karena laparku
Laparku karena kejamnya!)

Kami terus berbunuhan lagi
Anak-anak yang tak kenal orang tua
(Sampai kau menyeru, bapa?)

Puisi: Musim yang Terbunuh
Puisi: Musim yang Terbunuh
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi tentang Hati dan Perasaan

Post A Comment:

0 comments: