Pantai

aku tatapkan kedua belah mataku pada laut dan senyum membara kemesraan
kerna aku sudah lama tau dan masih selalu mengharap
dalamnya ada membening kehidupan mutiara-mutiara

ah, di sana bulan bercerita tentang pegunungan-pegunungan yang bertumbuhan pemberontak
dan angin duka yang meniup dari utara, mengingatkan lagu-lagu keguguran
lembah yang dibasah darah dan dusun-dusun sepi dipeluk kemurungan derita
bocah-bocah kehilangan darah dan bunda menyerahkan kehidupan atas daerah-daerah kembaran
dan perawan-perawan yang ditinggal kekasih bertolak dari pantai keteguhan

o tidak, aku tidak akan pernah merasa
membenci ibubapa dan mengkhianati salam-salam manusia
membekukan cerita-cerita yang baik dan menolak segala pengakuan cinta
dan mengingkari kehangatan peluk kesegaran kucup kekasih yang penuh madu damba

Solo, Awal Maret 1957
Puisi: Pantai
Puisi: Pantai
Karya: M. Saribi Afn

Catatan:
  • Nama lengkap M. Saribi Afn adalah Mohammad Saribi Affandi.
  • M. Saribi Afn lahir di Ngawonggo, Klaten, pada tanggal 15 Desember 1936.
Baca juga: Sajak Senja

Post A Comment:

0 comments: