Puisi: Pengungsi-pengungsi (Karya Leon Agusta)

Pengungsi-pengungsi

Dari ketinggian langit tanpa batas
Telah turun kabar, sorga tak ada di sana
Dari kedalaman laut tanpa dasar
Telah sampai berita, tak ada harta karun di sana
Di perbatasan cuma pasir, pantai dan gunung batu
Berselimut kabut tebal, berbantal badai topan

Dalam kegelapan petir juga yang menunjukkan arah tujuan
Lihat! Terdengar seru di antara galauan pekik mereka
Di perbukitan sana masih berkeliaran kawanan serigala
Kita dapat berkelahi di seluruh padang-padang perburuan
Di teluk-teluk dan muara sungai masih ada buaya-buaya

Mereka pun berpencar meninggalkan pantai gelap itu
Yang punya tombak berlari menuju muara sungai
Yang punya parang berkejaran ke arah hutan belantara
Laut, hutan, mulut dan matanya seperti kuburan biru

Rupanya mereka adalah gerombolan orang-orang banal
Tak seorang pun di antara mereka yang dapat didengar
kesaksiannya atas seluruh peristiwa di perbukitan dan
di muara sungai yang bermandikan darah itu
Tak siapapun lagi yang dapat membedakan hewan
dengan saudaranya sendiri lantaran begitu asyiknya
mereka memainkan senjata masing-masing.

Iowa City, 1976
Puisi: Pengungsi-pengungsi
Puisi: Pengungsi-pengungsi
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar