Puisi: Pesan (Karya L.K. Ara)

Pesan
Untuk Radio Rimba Raya

jangan sampaikan pesan lagi padaku
karena aku tak dapat lagi menyampaikan pesan
jangan kirim pesan lagi padaku
karena aku tak dapat lagi mengirim pesan
lihatlah, lidahku telah kelu
mulut tertutup
tumbuh tinggal bayang

dulu memang pernah
bisikmu kusampaikan ke balik gunung
ke seberang lautan ke negeri-negeri jauh
dulu memang pernah
detak hatimu
cita-cita merekamu
kukirim ke setiap hati sahabat-sahabat
atau musuh-musuhmu
di desa, di kota, bahkan di laut dan di rimba

dulu memang pernah ada
ucapan merdeka yang kau sampaikan bagai bisik
kujeritkan sekeras-kerasnya
hingga bergema menyentuh cakrawala
bergelegar menjadi guntur
merobek-robek angkasa
hingga musuh gentar tak berdaya
dan sahabat-sahabatmu mendengar ucapan itu bangkit
bangkit, lalu berlawan habis-habisan
semangatnya telah menjadi baja
walau di tangan hanya bambu runcing saja

dulu memang pernah ada
saat malam menjelang pagi
dengan suara menggigil karena dingin
kusampaikan pesanmu
tiktok tiktok hallo Sudarsono
tiktok tiktok hallo Palar
kirimi kami mentega
kirimi kami susu
kirimi kami beras
kemudian datanglah kiriman
dan yang datang adalah senjata
lalu dibagi pada setiap tentara
lalu mereka menembak musuh
tetapi di jidatnya

dulu memang pernah
ketika kita hampir tak punya
ketika suara di pusat negeri ini dibungkam
kami bangkit menyuarakan nurani bangsa
hallo dunia
hallo dunia
negeri kami masih ada
negeri kami merdeka
tapi kini jangan sampaikan pesan lagi padaku
karena tak dapat lagi kusampaikan pesan apa pun
lidahku kelu
mulut tertutup
tubuh tinggal bayang
tinggal bayang
dari ingatanmu pun
mungkin akan hilang

Takengon, 22 Januari 1986
Puisi: Pesan
Puisi: Pesan
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Manipulasi Demokrasi
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar