Puisi: Siang dan Malam Tak Memisah Hujan (Karya Leon Agusta)

Siang dan Malam
Tak Memisah Hujan

Siang dan malam tak memisah hujan. Juga sepi
Waktu kita tengadah ke langit, tak terkilas apa-apa
Cuma arah dan warna kelam yang berlapis
Selebihnya waktu. Kita yang tak lagi berkata-kata

Segalanya telah kita bereskan. Tapi kenapa
Kita merasa belum selesai? Gugup dan tertekan
Dan sampai di batas, tak ada yang berakhir
Semuanya seperti bermula kembali
Sedikit saja yang dapat dikecualikan

Kita pilih diam, karena merasa tak setaraf dengan
Kata — hingga kebuntuan impian terlepas
        hujan reda dan pagi bangkit
menunggu bangkitnya cahaya yang terpendam
Meluputkan kita dari kegelapan dan putus asa

1973
Puisi: Siang dan Malam Tak Memisah Hujan
Puisi: Siang dan Malam Tak Memisah Hujan
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Ada Tilgram Tiba Senja
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar