Puisi: Tiang Pancang Suatu Hari (Karya L.K. Ara)

Tiang Pancang Suatu Hari

Angin perlahan berjalan
Di sela tiang pancang
Di antara orang-orang
Yang duduk di atas rumputan

Seseorang bangkit
Menengadah ke langit
Bagai meniru angin
Perlahan melangkah
Ke atas tiang pancang
Memandang ke sekitar
Lalu mulutnya bergetar
Di sini dulu tokoh negeri ini
Menghimpun para dermawan
Mengharapkan uluran tangan
Untuk membeli pesawat terbang
Lalu para dermawan memberikan
Barang berharga emas dan berlian
Kemudian dibelilah pesawat terbang
Yang menjadi modal utama
Bagi kepentingan Negara

Angin perlahan berjalan
Disela tiang pancang
Seperti membuka lembaran sejarah
Yang tertutup oleh debu dan sampah

Orang-orang mulai berjalan
Melangkah dan meloncat ke tiang pancang
Ada bersuara keras sambil mengacungkan tangan
Ada yang bersuara lembut seperti bergumam
Ada pula yang menggerakkan tubuh
Kaki dan tangan ia mainkan
Ada yang menatap ke lubang tiang pancang
Terkejut melihat wajah kotor
Dalam air bagai cerminan
Seorang wanita berdiri dan merapat ke tiang pancang
Lalu penyemburkan kata
Seperti mengucapkan mantera
Tiang pancang gemetar jatuh berhamburan

Angin perlahan berjalan
Disela tiang pancang
Menitipkan pesan
Sejarah jangan hapuskan

Banda Aceh, 22 Maret 2009
Puisi: Tiang Pancang Suatu Hari
Puisi: Tiang Pancang Suatu Hari
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Anak Fisika
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar