Arakan Gema-gema
Bung Karno Berpulang

Di langit-langit ranjang terbakar bintang-bintang
yang dulu menyinariku jauh-jauh
kepercayaan tanpa batas kepadamu
menghilang disapu kabut akhir musim
akhir segala mimpimu dan puji-pujian

Di bulan Juni yang mengepul
Luka-luka kubalsami sendiri.
Dan tahu
tak ada tempat berbaring lagi
bersamamu

Adalah kini padang perburuan yang ditinggalkan
Di sana, sunyi berwarna coklat berlatar biru gulita
Arakan gema-gema kembali mengangkut perpisahan.
Lalu, adakah makna rasa haru yang mengambang naik
Terpajang pada hasrat hidupku
Menegaskan arah yang tak tertegaskan
Sementara kemurungan dan gairah enggan berpaling

Engkau pun berhitung tanpa angka-angka
Nyanyianmu menjelma menjadi arakan gema-gema
Bertapa di laut cintamu gemuruh menderu

Penjara Tanah Merah
Pekanbaru, Juni 1970
Puisi: Arakan Gema-gema
Puisi: Arakan Gema-gema
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau Pendek dan Singkat

Post A Comment:

0 comments: