BUMI

bumi yang kian tua pun batuk-batuk
karena langit tak henti tumpahkan hujan
selama ini bumi selalu berdiam diri saja
saat hutan-hutannya digunduli dan dibakar
namun ketika banjir melumpuhkan manusia
dia menaruh kasihan pada manusia itu
pada kelemahannya pada kebodohannya
pada kerakusannya pada kebandelannya
dia tak mampu mencegah semua malapetaka
Tuhan sudah ingatkan kesalahan manusia sendiri

bumi, tetaplah sabar jangan pernah sedih
tetaplah mengelilingi matahari sepanjang hari
sebab bila engkau marah dan berdiam diri
di bumi mana lagi kami merawat kehidupan ini

Jakarta, 27 Juli 2010
Puisi: BUMI
Puisi: BUMI
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kumpulan Puisi Lucu

Post A Comment:

0 comments: