Cahaya Siang
- untuk Istriku

Cahaya siang
digempur mendung habis-habisan
yang berarak ke selatan
arahnya.

Kecemasan menggetarkan daunan yang hijau
dan harapan pada pucuk-pucuknya
pucat pasi,
meskipun belum lenyap.

Aku telah berjanji untuk menjemputmu
kapan nanti saatnya tiba.
Meskipun pada titik waktu yang sama
hujan menderai
mungkin bersama angin yang marah.

Menjemput dan mengawalmu pulang
adalah suatu keharusan
yang menghidupkan arti
kehadiranku.

Maka meskipun langit dirampas
mega hitam
dan hujan deras tak terkira,
untuk melaksanakan janji itu,
bukan apa-apa.

O, kalau kau tahu
dalam kuyub
kurasakan nyala-dalam
tatkala kutatap senyummu,
saat kau keluar pintu,
kantor itu.

1975
Puisi: Cahaya Siang
Puisi: Cahaya Siang
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Sajak karya Bakdi Soemanto

Post A Comment:

0 comments: