Puisi: Dendam Kemarau (Karya Aspar Paturusi)

Dendam Kemarau

jangan tangisi dendam kemarau pada air
haus demi haus kita telan bersama darah
adakah itu darah ibu, saudara dan anakmu

hiruplah airmata duka yang tercurah ke bumi
yang tak kering sekalipun terlanda kemarau panjang
bahkan kian mengalir hingga halamanmu tergenang
begitu tanggul ketabahanmu ruang demi ruang tumbang

jangan tangisi dendam kemarau pada air
luka demi luka kita rasakan perihnya
adakah itu luka ibu, saudara dan anakmu

1986
Puisi: Dendam Kemarau
Puisi: Dendam Kemarau
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Sedih untuk Suami
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar