Puisi: Hari-hari Amarah (Karya Aspar Paturusi)

Hari-hari Amarah *)

hari-hari penuh teriakan
hari-hari penuh makian
hari-hari penuh kutukan
hari-hari penuh perlawanan

hari-hari berdarah
hari-hari amarah
hari-hari airmata
hari-hari putus asa
hari-hari bimbang
hari-hari tak menentu
hari-hari menyakitkan
hari-hari harapan
hari-hari kemenangan

Semua itu terjadi
karena ribuan hari terkerangkeng
ribuan hari penuh ancaman
ribuan hari penuh tekanan
ribuan hari kita diam dan dibungkam
ribuan hari kita tak tahu mau berbuat apa
ribuan hari sebuah rezim
mempertahankan kekuasaannya
dengan segala cara dan rekayasa
ribuan hari kita diadu domba
ribuan hari mereka membodohi kita
ribuan hari mereka menjarah daging,
darah, pikiran, perasaan, harapan,
dan mimpi-mimpi kita
mereka mengepung kita
mereka memasang telinga dan mata
di dinding rumah kita

Penjarah-penjarah berdasi
penjarah-penjarah bermobil mewah
melintas di jalan raya dengan pongah
dengan senyum palsu
di ujung senyum ia tembakkan senjata
ia lakukan penculikan
ia lakukan penangkapan
ia sekap mulut, hati nurani,
dan hari depan bangsa

Ketika penjarah jalanan menyerbu toko-toko
siapa guru dan panutan mereka
kalian semua!
kalian yang telah menjarah negeri ini
sejak sepuluh, dua puluh,
atau tiga puluh tahun lalu

Kini negeri ini engkau sengsarakan
semua telah habis, habis, habis...
bahkan juga airmata kami
begitu pedih, begitu memilukan
negeri ini engkau biarkan sekarat
dan luka parah

Sekarang engkau jangan lari
bersujudlah di depan airmata rakyat
jalani hukuman di dalam penjara derita rakyat
kini engkau tersungkur oleh dosa-dosamu
engkau sangat terlambat untuk jatuh terhormat
engkau biarkan rasa sakit berkepanjangan
negeri dalam duka cita yang memilukan

Sejarah meninggalkanmu sendirian!


1998



*) Ditulis saat awal-awal reformasi, ketika mana suasana emosional di mana-mana. Dimuat pertama kali pada koran “REPUBLIKA” tanggal 21 Juni 1998. Sudah saya putuskan untuk tak membacakannya di depan publik. Saya ikutkan lagi di Catatan tak lain karena sepertinya ada hal-hal yang mirip berulang.
Puisi: Hari-hari Amarah
Puisi: Hari-hari Amarah
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Malam
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar