ISTANA

dari jendela apa yang kau pandang
lembah telah tertutup longsoran tanah
gunung tak henti mengepulkan asap
lembah dan gunung mengundang bencana
derita pun mengalirkan airmata duka

ketika jendela kau tutup rapat-rapat
kau telah memisahkan diri dari mereka
tinggalkan istanamu saat ini juga
belaikan kasih atas ubun-ubun cemasnya
lembutkan sorot mata pada dukanya

kini bukalah jendela hati selebarnya
mereka ingin baringkan mimpi dan harapan

biarkan pula mereka memandang ke depan
lewat jendela istanamu yang megah
di balik tirai janji-janji tahun kemarin

biarkan mereka tidur di atas karpet empuk
wah, inikah kasur istana negeri kita, sayang
bisik seorang suami seraya merangkul isteri
isteri balik berbisik: benarkah ini istana?

Jakarta, 27 Februari 2010
Puisi: ISTANA
Puisi: ISTANA
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Memahami Kota

Post A Comment:

0 comments: