Puisi: Jari (Karya Bakdi Soemanto)

Jari

Benarkah yang kugenggam jarimu
di senja itu?
Benarkah yang hendak kucium jarimu
waktu kau menariknya dengan cepat,
waktu matahari hampir menutup tirai rapat.
Angin sangsi menyelinap di hati.
Lalu tujuh daun gugur
tidak sempat kau catat.
Peristiwa itu lewat
tidak pula kau ingat.

Tetapi tragisnya
ketika rekaman peristiwa itu
kubukakan dari ingatanku kepadamu
kau terkejut dan bertanya:
Masak semurah itu hargaku
membiarkan jariku kau genggam!

Benarkah yang kugenggam itu jarimu
di senja itu?
Catatan sejarah tak selamanya diterima benar
karena yang terlibat
tak selamanya sadar
dan menerima sebagai miliknya
ketika dicoba dilihat lagi.
Sekedar untuk dilihat lagi,
mungkin untuk dikenangkan.

HORISON (Februari 1984)
Puisi: Jari
Puisi: Jari
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Sajak karya Sandy Tyas
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar