Puisi: Kemarau (Karya Bakdi Soemanto)

Kemarau

Kemarau menggulung tikar
waktu mendung bergantung
di ujung hari.

Apakah kehidupan seperti musim
melap keringat duka dan
berteduh di meriah pesta?

Jika begitu
apa pula makna menunggu
sesudah jera
pusing di tungku.

Ada yang berlanjut
di antara yang rontok dan berganti
ada yang tumbuh
di antara yang buyar dan mati.

Mencari
yang selalu memulai
suatu kelanjutan;
kelanjutan dalam permulaan
meski (ah!)
entah akhirnya.

1974
Puisi: Kemarau
Puisi: Kemarau
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi Perpisahan
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar