Puisi: Matahari (Karya Bakdi Soemanto)

Matahari

Matahari terbit
Matahari tenggelam
Di hatiku, engkau tidak pernah terbit
dan tidak pernah pula tenggelam.
Karena engkau adalah cahaya.
adalah tenaga
yang membuat jantungku berdegup
selama hayat dikandung badan.
Tetapi siapakah engkau
Yang mengusik di tengah malam
dalam lelap tidurku.
Yang membuatku terjaga
dan mataku terbuka
untuk melihat yang tidak tampak
di siang yang benderang;
yang membuatku terjaga
dan telingaku terbuka
untuk mendengar yang tidak terdengar
di hiruk pikuk dan hingar bingar?
Adakah engkau detak kehidupan
yang mendegupkan jantung harapan
di tengah sejarah yang muram:
manusia yang menyimpan senjata genggam
ketika kita berjabat tangan?

dari HORISON (Februari 1984)
Puisi: Matahari
Puisi: Matahari
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi Cinta
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar