Puisi: Nyanyikanlah Sebuah Lagu, Harvey (Karya Leon Agusta)

Nyanyikanlah Sebuah Lagu, Harvey*

Bayangan hitam berkelebat, di Amboina
Salib memerah, Golgota, betapa jauhnya

Bagi siapa doa
Dalam sengketa?

Dengan nama Allah, maka kasih penuh ampunan
Dengan nama Allah, maha kasih berlimpah sayang:
Kembalikan damai pada jantung kami, darah,
dan nafas kami, yang sesak dalam kepulan amarah

Tampak marah, cahaya merah tumpah dalam senja
Kaki langit menjauh, raib melintas perbatasan siang

Nyanyikanlah sebuah lagu, Harvey
senggang sejenak, lagi sejenak lagi, ah teruskan
Terimalah malam, terimalah Tuhan, yang selalu
Membujuk agar terus berjalan dalam nyanyian
Dalam paduan suara dukamu, oh Amboina

Senja seperti terbakar tampak gaduh
Terjerembab dalam dukamu Amboina
Tersungkur dalam rapuhnya ajal, pesta dajal
Sunyi bergegas di jalan-jalan, lorong-lorong
Hitam hutan meranggas, juga bakau
Burung-burung meracau di pasir

Mayat menjadi arca, melahirkan tanda
Lihatlah, dalam kaca juga terbaca
Kenapa Tuhan, ya kenapa
Adakah kemenangan menjanjikan kesucian
Bagi amarah tangan penggenggam pedang

Nyanyikanlah sebuah lagu, Harvey
Bagi Amboina, dalam duka cintanya

1999


* Harvey Malaiholo, penyanyi asal Maluku.
Puisi: Nyanyikanlah Sebuah Lagu, Harvey
Puisi: Nyanyikanlah Sebuah Lagu, Harvey
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau Cinta dalam Diam
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar