Percakapan Dua Orang Ibu

Sekuntum bunga liar, bapaknya angin lalu,
kaupetik dengan durinya, dengan durinya
Siapa mengusap lukamu nanti, darahmu nanti?
(Kenangnan manis, Bu, ‘kan menawarkan sakitku.)

Anak yang jatuh cinta bagaikan batu
jatuh ke dasar kali, lupakanlah
sebab ia lupa akan dirinya. Ah kepala batu
betapa keras, betapa dalam tenggelam.

Ya, biarkanlah dia pergi, namun bukalah pintu
dan nyalakan lampu di jendela. Siapa tahu
ia datang di malam buta, melepas sepatu dan masa lalu
dan lahir kembali anak lelakimu untuk kedua kali.

1977
Puisi: Percakapan Dua Orang Ibu
Puisi: Percakapan Dua Orang Ibu
Karya: Saini KM

Catatan:
  • Nama lengkap Saini KM adalah Saini Karnamisastra.
  • Saini KM lahir di Kampung Gending, Desa Kota Kulon, Sumedang, Jawa Barat, pada tanggal 16 Juni 1938.

Baca juga: Puisi Rindu Sederhana

Post A Comment:

0 comments: