Puisi: Perih Darah (Karya Aspar Paturusi)

Perih Darah

Bebaskan perih dari darahnya
agar ia bisa mendengarkan lagu cinta
saat pagi menjemput matahari
dan menempatkannya di balik gunung

Betapa sunyi lembah ini
jauh dari huru-hara, caci maki
dan dendam
darah pun kehilangan perih
tak peduli lagi berapa tembakan
serta sangkur
menghunjam ke tubuh
tak berdaya
tak berdosa
juga tak berairmata lagi

Biarkan darahmu
menghirup perihnya
Jakarta, 2000
Puisi: Perih Darah
Puisi: Perih Darah
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi untuk Suami
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar