Puisi dan Perang

kutulis baris puisi ini di suatu ruangan
di tengah gemuruh musik padang pasir
kudengar bagai dentuman peluru kendali
runtuh bangunan rebah tubuh manusia

puisi tak bisa lari dari amuk kekuasaan
tak bisa lari dari  rintihan kemalangan
bahkan matahari meredupkan cahaya
bulan pun sembunyi di balik kegelapan

siapakah yang tega memulai perang
geram amarah pun melumat nyawa
tak peduli lelaki atau perempuan
tak peduli tua atau muda

angkara murka dan nafsu kuasa
bersekutu mengobarkan perang
ini peluruku, mana nyawamu
ini kuasaku, takluklah padaku

Jakarta, 25 Maret 2011
Puisi: Puisi dan Perang
Puisi: Puisi dan Perang
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Lucu

Post A Comment:

0 comments: