Puisi: Suara (Karya Aspar Paturusi)

Suara

di ruang sidang nasib kita dibicarakan
terjadi silang pendapat yang panas
mereka baku gebrak meja sekuatnya

kita sibuk bergumul nasib malang
kesana kemari pagi dan petang
tak ada yang bisa kita bawa pulang

mereka hanya bicara dan bicara
mestinya mereka berterima kasih
mereka sidang atas nama kita

suara kita amat berharga
mereka pengemis suara
kini telah melupakan kita

Jakarta, 15 Desember 2010
Puisi: Suara
Puisi: Suara
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Sedih
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar