Sungai Pun Meluap

pagi hari seorang tua
berdiri di atas bukit
matanya memandang
ke kampung Toweran
ke persawahan
dan ke rumah adat Gayo

orang tua itu terkejut
sawah-sawah seperti luluh
air sungai meluap
tadi malam memang
pernah ia dengar
suara menggelegar

tapi sebenarnya
orang tua itu tak begitu terkejut
karena berkali-kali
ia pernah bilang
pohon di hulu jangan sembarang ditebang

suaranya yang tua dan parau
tak pernah dihirau
karena itu ia hanya sering sendiri
dan sesekali berdiri di bukit ini
memandang keluasan alam
ke bukit-bukit yang mulai gundul
dan danau laut tawar
yang mulai susut

malam hari suara yang parau
kadang-kadang ia desahkan
ke tebing-tebing danau
melepas hati yang risau

Banda Aceh, 10/3/2011
Puisi: Sungai Pun Meluap
Puisi: Sungai Pun Meluap
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Tema Demokrasi

Post A Comment:

0 comments: