Surat Cinta

    (sekitar 52 tahun lalu
    saya ingin menulis surat cinta
    buat seorang gadis yang mempesonaku
    surat itu tak jadi kukirim
    selain malu saya tak berani

    seandainya waktu itu sudah ada sms
    jariku akan gemetar menekan hurup
    sms pun tak jadi dikirim

    surat tak terkirim itu
    antara lain berbunyi) :

engkau ibarat bulan
cahyamu menuntunku
menuju rumahmu

engkau adalah bintang
kerlap-kerlip cahyamu
adalah kedipan mata indah

kau jadikan malamku penuh rindu
siangku ayunkan langkah cepat
untuk segera menemuimu

hanya engkau, gadisku
tak ada yang lain
dermaga cintaku

hanya engkau, gadisku
tak ada yang lain
wajah yang hiasi mimpiku

hanya engkau gadisku
tak ada yang lain
mahligai hidupku

    (pendeknya banyak kata
    penuh sanjung puja
    namun tak pernah terkirim

    untung tidak
    gadisku ketemu jodoh
    dan dia tampak bahagia

    puluhan tahun berlalu
    kami tak pernah ketemu
    tentu dia punya banyak cucu
    sebanyak cucuku

    tentu saja tak mungkin
    kukirim surat lagi
    saat remaja saja tak berani
    apalagi sesudah jadi kakek

    surat cinta masa lalu
    walau tak jadi dikirim
    tetap manis dikenang)

Jakarta, 17 Oktober 2011
Puisi: Surat Cinta
Puisi: Surat Cinta
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Post A Comment:

0 comments: