Udara Pagi

Udara pagi yang lembab
melembab di meja tulis
buku-buku dan rokok.

Cahaya matahari tersimpan
dalam selubung kehidupan.

Antena teve yang menjulang di sana
menongolkan kepala lewat jendela.
Tak terduga apa gapainya!

Tangan keras
terasa di kuku jari.

Cahaya mentari, kehidupan, gapai antena
dan tangan bertautan
lewat benang merah
yang bernama misteri.

Sajak yang terungkap ini
dari benang itu
benihnya!

1975
Puisi: Udara Pagi
Puisi: Udara Pagi
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Contoh Puisi Islami untuk Anak SD

Post A Comment:

0 comments: