Ultah

telah kucoba menuliskan beberapa baris puisi
di hari ulang tahunmu seharusnya ada satu saja
tak ada hadiah lain yang dapat kuberikan buatmu
padahal ratusan puisi telah kubuat selama ini

maafkan aku tak jadi meletakkan kertas di bantalmu
masa di lembaran kertas hanya kucoretkan ‘puisi ultah’
selebihnya kertas itu tak bisa berbicara apa-apa lagi
ke mana semua kata yang telah kuhimpun hati-hati

maafkan aku karena aku tak berdaya mengantar kata
kuhabiskan pada puisi bencana, korupsi dan pemimpin
aku juga asyik menembakkan untaian kalimat hujatan
tiba-tiba kami berlomba mengakui diri paling benar

kini aku sadar betapa aku tak mampu membahagiakanmu
walau hanya sebuah puisi sebagai ciuman ulang tahun
pagi kemarin mestinya kubacakan penuh perasaan

pada tahun depan yang cerah nanti
akan kutuangkan baris-baris puisi
akan kutulis sepenuh hati

Jakarta, 11 Desember 2010
Puisi: Ultah
Puisi: Ultah
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Penantian

Post A Comment:

0 comments: