Butiran Air Mata

hujan belum turun juga
bumi jadi kering
air tanah hilang
 
matahari sangat terik
seolah banyak butiran air
tergantung di awan
 
antara langit dan bumi
seakan saling diam
hubungan jadi macet
 
untung dedaunan masih hijau
bunga-bunga tetap mekar
gemulai ditiup angin
 
betapa sulit menebak perangai alam
serupa membayangkan masa depan negeri
di sana-sini, atas dan bawah semakin senjang
 
langit dan bumi  memang jauh berjarak
tapi dialog elit dan rakyat tak boleh macet
tegur sapa seharusnya tetap akrab
 
bila butiran air dari langit turun ke bumi
bagaikan amanah  setiap pemimpin adil terbagi
di pelupuk rakyat tak ada butiran air mata lagi

Jakarta, 7 September 2012
Puisi: Butiran Air Mata
Puisi: Butiran Air Mata
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Post A Comment:

0 comments: