DESAKU

kuurungkan niat mudik
aku tak punya apa-apa lagi
sawah telah terjual
rumah tua sudah tak ada
sahabat akrab telah tiada
 
terbayang akan sendiri
di jembatan berdiri di tepi
memandang arus sungai
dahulu kita segera berlari
seraya melemparkan baju
 
menyelam dan berenang
tak sadar petang bakal hilang
dunia kita jadi dunia terindah
tak pernah kita bayangkan
semua tinggal kenangan
tak kutemukan saat mudik
 
betapapun aku tetap mudik
ke indahnya kenangan
ke ceria masa lalu
ke hamparan padi
ke kicau burung
ke beduk surau
ke segar ikan
 
walau di kota aku tetap mudik
jauh ke layar lebar kenangan
hingga ke pinggiran sunyi
tak bosan aku mengitarimu
desaku

Jakarta, 25 Agustus 2012
Puisi: DESAKU
Puisi: DESAKU
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Post A Comment:

0 comments: