Puisi: Hingga Terakhir dari Harapan (Karya Aspar Paturusi)

Hingga Terakhir dari Harapan

sepertinya mereka tak mendengar
sekalipun teriakanmu sangat lantang
bahkan dekat ke telinga
lalu menuju hatinya

tak henti kau menggedor-gedor
namun tak mampu memasuki
dinding hatinya yang sekuat baja

kau pun dipaksa tabah
bergumul nasib parah

dengan mulut menganga
kau saksikan mereka
menari dan menyanyi bersama

dan kau tak pernah mampu
menyanyikan satu pun lagu
bersiul sedikit merdu

kemana-mana mereka bernyanyi
dan kau pontang-panting kesana-sini
sekadar beberapa suap nasi

diam-diam  atau terang-terangan
sendiri-sendiri atau berjamaah
mereka menghisap darahmu
mengunyah daging hingga tulang
hingga terakhir dari harapan

Jakarta, 20-11-2011
Puisi: Hingga Terakhir dari Harapan
Puisi: Hingga Terakhir dari Harapan
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar