Jalan Harus Rata

lelaki tua itu mengayunkan cangkul
dia membersihkan rumput di tepi jalan
ditimbuninya jalan berlubang
padahal ia tak punya mobil atau motor

dia juga bukan pensiunan petugas kebersihan
dia hanya senang memanfaatkan tangannya
tangan tua yang masih kuat

dia sedih melihat jalanan terlantar
tak tersentuh mata penguasa
tak masuk pikiran para petinggi

jalan berlubang bukan urusan petinggi
lain bila anggaran negara perlu dilubangi
mencangkul sepuasnya dana-dana proyek

lelaki tua itu memandang langit mendung
hujan deras bakal tercurah tak terbendung
hari ini sia-sia, cangkul kalah adalah pantang

baginya tak ada urusan dengan petinggi negara
urusannya hanyalah cangkul semata
rumput ditebas, jalan harus rata

Demak, 6 Januari 2012
Puisi: Jalan Harus Rata
Puisi: Jalan Harus Rata
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Sapardi Djoko Damono tentang Tuhan

Post A Comment:

0 comments: