Puisi: Sajak Malam (Karya Bakdi Soemanto)

Sajak Malam

Malam turun
dan kota rata.
Tidur bagai kesirnaan
dan kelengangan abadi.

Dosa berhenti berharga
dan manusia telanjang jiwa
tak berdaya.

Tanpa suara.
Senyap mendasar.
Tak satu pun kesempatan
bagi tipu daya untuk bertingkah.

Bagai buku terbuka
dunia terbuka.
Dan Tuhan membaca
sambil mencoret kata-kata
yang harus dibetulkan esoknya.

Malam turun
jiwa rata dengan malam.
Tak ada lagi pribadi
di dalam senyap yang abadi.

Puisi: Sajak Malam
Puisi: Sajak Malam
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi Pengorbanan Cinta
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar