Surat Balasan Piut

kakek lupa tulis nama
piut ingin tahu nama kakekku
nama di sini sangat penting
semua punya nama yang mulia
benar kek, kami hidup tentram
kami tak kenal kata rampok
juga kata pengangguran
kami saling menghormati

dahulu kala, katanya, banyak gempa
longsor, banjir dan hutan terbakar
hal itu aneh bagi kami
kami tak kenal longsor
hutan kami lebat-lebat
air sungai jernih
bisa diminum

kakek yang malang
piut terharu baca surat
mimpi, harapan dan doa kakek
kami yang nikmati
berjuta-juta terima kasih, kek

piut heran dengar banyak korupsi
juga sering beredar video porno
tak pakai otak namanya, kek
sungguh kacau negara bila begitu
bodoh-bodoh pemimpinnya, kek?
tak bermoral atau kepala batu?

kami semua cerdas, kek
pemimpin tak mungkin macam-macam
tak mungkin membodohi rakyat
ya kami sehat dan rajin berolahraga
klinik dan rumah sakit sepi
kami selalu juara dunia semua bidang
sepakbola masih olahraga rakyat
berkali-kali kami rebut piala dunia
brasil, jerman, argentina segani kami

kakek tak mungkin membaca surat ini
tetap kutulis untuk menghormatimu
piut nulis penuh perasaan
mengharukan negara di zaman kakek
piut tak pernah nangis seperti ini
kubayangkan kakek menghapus air mataku

kek, piut sungkem di depanmu
tulus kucium tanganmu
kek, tentramlah di sana
wassalam

Jakarta, 19 Juni 2010
Puisi: Surat Balasan Piut
Puisi: Surat Balasan Piut
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Lucu

Post A Comment:

0 comments: