Tetap Tulis Puisi

aku sedih,
tak ada kata bisa kujadikan puisi
ada, tapi tak memberi makna padaku
padahal, akan kukirim ke rumahmu
teman minum teh di senja hari

kata-kata basah kuyup oleh hujan
lalu terseret arus deras banjir
tenggelam entah di mana

kuputuskan, tak kutulis puisi
bila tetap kukirim tumpukan kata
kau pasti menertawainya
dan melemparnya ke tong sampah

aku sangat paham,
kau sediakan waktu hanya buat puisi indah            
mampu menambah debar jantung
paling baik lagi bila bulu roma berdiri

tidak apa-apa
baca saja koran sore
atau simak berita tivi
banyak hal aneh

aku sendiri tak kuasa lagi
       menulis puisi duka
derita sesama bergelimpangan
       di depan mata
       di mana-mana

ya kuingat katamu tegas: tulis!
tulis, meski kertas turut berdarah
perih oleh luka-luka bernanah
teruskan,
       pada cuaca bagaimanapun
       puisi harus tetap ditulis!

Jakarta, 8 Januari 2013
Puisi: Tetap Tulis Puisi
Puisi: Tetap Tulis Puisi
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Post A Comment:

0 comments: