Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Tombak Kemiskinan (Karya Aspar Paturusi)

|
Tombak Kemiskinan


Seandainya kemiskinan itu adalah panah-panah yang dilesatkan musuh dari atas langit tanahair, maka akan dibentangkan perisai baja seluas wilayah tanahair. Perisai berikutnya kita bentangkan di setiap rumah terutama di wilayah kumuh. Dan inti perisai terpasang di hati, di mata, di pikiran, di setiap langkah, hingga kemiskinan tak berdaya menghunjamkan cakar.

Ternyata kemiskinan itu adalah musuh negeri ini sejak berabad-abad, musuh paling tangguh, tak punya belas kasihan, tak mau tawar-menawar. Kemiskinan itu dimanfaatkan oleh kaum penjajah, oleh para penguasa, agar untuk atas nama kemiskinan justru melanggengkan kekuasaan.

Sampai detik ini kemiskinan tetap berkeliaran di halaman rumahmu dan juga di halaman rumahku.

Kemiskinan itu tombak yang menancap ke ulu hati.


Jakarta, 2 Februari 2012


Aspar Paturusi
Puisi: Tombak Kemiskinan
Karya: Aspar Paturusi

Biodata Aspar Paturusi:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar