Puisi: Bedugul (Karya Ngurah Parsua)

Bedugul

cemara yang menyongsong bayangan
kemuning sunyi, redup diderai angin
temaram meru terkatup kabut, terkatup dingin
Hujan lagi gerimis mengigil di sini
Semua bebas dalam dekapan hari
Kan bersua dalam rumah batu sejati

keristal sepi angin meluluhkan bayangan
kemuning sunyi danau lenggang tenang
semua asik bersiul sendiri-sendiri
lurus gemerisik daun dari kelopak hati

di sinikah sepi abadi, yang misteri
di seberang danau sana. Sepi Ia menunggu
sedihku sendu menunggu pertemuan rasa
cinta abadi dalam rahasia

1972
Puisi: Bedugul
Puisi: Bedugul
Karya: Ngurah Parsua


Catatan:
  • Ngurah Parsua memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Parsua.
  • Ngurah Parsua lahir di Bondalem, Singaraja, Buleleng.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar