Berhadapan dengan Langit yang Biru

Berhadapan dengan langit yang biru
terbukalah cakrawala yang biru
menantang untuk damai
dengan hatiku.

Angin yang mengembara sepanjang masa
lewat di depan mata
tak tampak tapi terasa
berkata tidak bersuara
tentang suatu pencarian
yang tidak pernah diketemukan.

Ajakan damai dan pencarian
bertemu dalam hatiku
yang termangu
bukan karena menunggu.

Matahari berbaring-baring
di antara kehidupan yang mengendor
tetapi segar karena habis mandi sore hari.

Daun-daun pohon berkerlingan
dalam kediaman yang hidup,
lalu lampu pijar
menyala dalam kamar.

Janganlah jendela itu kau tutup
biarlah cakrawala biru perlahan-lahan menjadi hitam
dan kita akan mencoba menebak kemungkinan
apakah mendung akan datang
ataukah justru bintang-bintang.

Setiap kali
hidup kita dihadapkan pada kemungkinan itu.
Itu artinya
cintaku padamu
setiap kali diuji kembali.

1978
Puisi: Berhadapan dengan Langit yang Biru
Puisi: Berhadapan dengan Langit yang Biru
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi Hati Menangis

Post A Comment:

0 comments: