Puisi: Burung-burung Telaga Cayuga (Karya Mochtar Pabottingi)

Burung-burung Telaga Cayuga

Pada matamu rimba membukakan daun-daunnya
Memanggil matahari

Pada matamu padang ilalang menguraikan rambutnya
Menyebarkan harum telaga musim panas

Pada matamu kurasakan gelitik air sungai
Menciumi batuan kali
Dan mataku lalu terbenam pada matamu. Seperti matahari
Terbenam pada telaga. Hingga lahirlah bianglala

Dan itu pun terjadi
Begitu saja
Di tepi danau. Di tengah hutan
Engkau dan aku
Mengalir bersama sungai
Meregangkan batang-batang pohonan

Kita saling membakar
Dalam nyala
Letup-meletup. Jilat-menjilat
Dalam tamasya purba
Nun di pucuk-pucuk ombak
Nun di dasar-dasar lembah
Nun
Bersilancar
Bergulingan
Melesat ke angkasa

Ratusan kuda berpacu
Menembus gemuruh planit-planit
Angin jadi puluhan genderang
Dan sejuta seruling
Yang ditiup para malaikat
Pelangi jadi ribuan bendera
Yang mengibas-ngibas tatasurya

    Dan kita terus melesat
    Di tengah badai api
    Hingga kata pun tak sampai
    Hingga kita pun terhempas-hempas
    Terhempas-hempas
    Dalam samudra

Bukan kita yang bercinta, wanitaku
Melainkan kehidupan
Bukan kita yang berdosa, wanitaku
Melainkan penciptaan
Tatkala ia menggeliat
Tatkala busur fajar melepaskan selaksa panahnya
Tatkala bunga-bunga menghembuskan mantranya
Memenuhi angkasa
Dan meluluhkan kita ke dalam nafasnya

Honolulu, 1986
Puisi: Burung-burung Telaga Cayuga
Puisi: Burung-burung Telaga Cayuga
Karya: Mochtar Pabottingi


Catatan:
  • Mochtar Pabottingi lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan tanggal 17 Juli 1945.

Baca juga: Puisi karya Karno Kartadibrata
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar