Dalam Kabut Purba

Kini, kita saksikan
Kabut purba menyelimuti gundukan-gundukan kering
Tempat kita berdiri. Berhimpun bagai orang-orang sesat
Ribut oleh asyik sendiri-sendiri, hingga
tak ada lagi seruan yang berjawab kembali

Kita harus bisa kecewa diam-diam
Melupakan harapan diam-diam harus bisa

Kini, kita rasakan
Zaman mengangkut kita dalam malam-malam pelayaran
Berkabut
Kita bertatapan
Berdebaran
Kemudian saling memandang
Pada busur jarum dan angka-angka
Pada getaran yang menggerakkan garis
Pada peta
Di sanalah pandangan kita bertemu
Pandangan pedih yang menentramkan kepedihan
Waktu itu sempat kudengar
Sunyi berjawab lewat nafasmu
Bagai ungkapan kata-kata rahasia.
Waktu itu
kurasakan pengusiran atas segala dakwaan
oleh senyummu
terkilas menggantikan tenggelamnya matahari

1973
Puisi: Dalam Kabut Purba
Puisi: Dalam Kabut Purba
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Kangen WS Rendra

Post A Comment:

0 comments: