Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Di Beranda Rumah, Sore Hari

bajuku bercerita tentang perselingkuhan suami-istri,
gara-gara noda lipstik pada kaos dalam; lalu erangan
jendela sampai terdengar ke pojok-pojok pasar. Di sini,
rumah tangga jadi kalut karena dililit piutang,
lalu radio pun menyimpan taman kota yang dipenuhi
gelandangan

Echa, sambil duduk mempermainkan gigi, dari tetangga
sebelah tercium aroma ikan asin; orang-orang sibuk
memasang umbul-umbul dan bendera warna-warni,
rumah pun jadi terasa asing. Gesekan daun cemara menerbitkan
luka di dalam hati,
ilalang mendadak tumbuh di pelupuk mata.

dalam rangkulan matahari sore, kursi-kursi membeku,
di meja kulit kacang berserakan, bunga-bunga mengering;
tiba-tiba aku ingin melupakan asal-usulku, ibu!

1995
Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari
Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar