Puisi: Di Ujung Daratan (Karya Juniarso Ridwan)

Di Ujung Daratan

Aku menumpang debu. Angin berpacu,
musim telah meluluhkan matahari,
kemudian para petani bergelut dengan sejarah,
menggali tanah, mencari benih masa depan.

udara kesumba menutup mata,
sedangkan kaki penuh duri menjalar.

aku terpaku di ujung daratan, *)
mendengar hutan berdoa,
dalam kemarau membara.

2002

*) bagi orang Baduy, ujung daratan adalah batas perantauan di dunia.
Puisi: Di Ujung Daratan
Puisi: Di Ujung Daratan
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar