Kesedihan Itu

Malam hari, molekul-molekul kesedihan itu meledak dalam
aortaku, mendesak jantung mengembang menjadi tumpukan
ratapan. Kudapati diriku mengembara dalam untaian galaksi,
langit menjadi hamparan cahaya keperakan. Dari ujung
cakrawala yang jauh, huruf-huruf berhamburan,
membentuk konfigurasi kata-kata suci.
 
kembali kueja nama-nama rasi dan bintang, seperti juga
mengingat awal kelahiranku. Dari mata yang
terus terjaga menyaksikan
tebaran serbuk tanah yang memadat sambil menanti sentuhan
cinta abadi. Angkasa yang begitu luas telah memberikan ruang
persinggahan, tempat biduk para pemimpi berlabuh, yang
menghindar dari bidikan waktu. Aku pun
seperti Colombus, menghitung
warna pelangi yang memeluk ratusan laguna
karam. Sia-sia, hanya bentuk penyesalan yang terpenjara
dalam lubang-lubang batu,
kemudian menyisakan air garam di ujung lidah.
 
malam hari kesedihan itu merambat dalam darah, lalu menetes
menjadi butiran-butiran doa, yang menghablur di ketinggian.

Bandung, 2000
Puisi: Kesedihan Itu
Puisi: Kesedihan Itu
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.

Post A Comment:

0 comments: