Puisi: KUCING (Karya Aspar Paturusi)

KUCING

kucing tak bertuan berkeliaran
ada perempuan tua sesekali datang
kucing segera kumpul melahap makanan
bila mereka berebutan,
             perempuan itu menegur:
             “hei, jangan saling menyakiti”
sering dia seakan berbicara
seolah kucing adalah cucunya

kucing hanya malas-malasan sejenak
sudah itu kembali berkeliaran
bila kami lalai, meja makan diobrak-abrik
supaya tidak masuk mengendap di rumah
sisa lauk diletakkan di pojok halaman
segera mereka kembali berebutan

kucing tak pernah puas
matanya selalu awas
tulang pun tak lolos

janganlah kita ibarat kucing
mengendap dalam kehidupan
menyergap setiap ada kesempatan

Jakarta, 13 Maret 2013
Puisi: KUCING
Puisi: KUCING
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar