Puisi: Le Sacre Coeur De Montmartre (Karya Juniarso Ridwan)

Le Sacre Coeur De Montmartre

jangan pedulikan ingatan masa kanak-kanakmu. sebuah
bentuk angan-angan, api unggun dan tenda yang lusuh:
hanya permainan ilusi mengantarkan diri, menjadi
penjaga bagi kehangatan taman-taman kota. Tangan-tangan
jahil, kadang lupa juga akan arti kasih-sayang.

dibentuknya batu-batu putih itu, menjadi monumen,
lalu dari utara angin mengabarkan keindahan, dan bunga
rumput menjadi inspirasi, datangnya kerinduan. Siapakah
bersembunyi dalam dinding-dinding dingin ini,
harumnya mengendap dalam jantung. Kini
sentuhan lembut itu, telah melahirkan ribuan
cahaya bintang baru di langit jiwaku.

nikmatilah sajian tarian pinggang ramping di depanmu itu,
daun-daun cemara bersilangan, cahaya matahari dan
sebuah kafe yang ramai. Jangan pula kau tolak pemberian
gaun itu, barangkali besok atau lusa ciuman bibir tipis
akan membawamu mengembara ke padang-padang rumput,
bukankah kau selalu dahaga, untuk mandi dalam kucuran
anggur, bermain busa dalam
benteng kaca. Nikmatilah, karena
waktu hanya penuh permainan harapan,
seperti salju luruh
saat senja tiba.

kini kau tambah dewasa, semakin tahu arah hidupmu,
sambil menerawang dari jalan ke jalan. Memandang
matahari,
tak jera untuk selalu bertanya-tanya tentang surga, seperti
anak kecil bersayap itu, terus meniup terompet.

1999
Puisi: Le Sacre Coeur De Montmartre
Puisi: Le Sacre Coeur De Montmartre
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar