Musium Perjuangan

Susunan batu yang bulat bentuknya
berdiri kukuh menjaga senapan tua
peluru menggeletak di atas meja
menanti putusan pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya
tersimpan darah dan air mata kekasih
Aku tahu sudah, di bawahnya
terkubur kenangan dan impian
Aku tahu sudah, suatu kali
ibu-ibu direnggut cintanya
dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya
senapan akan kembali berbunyi
meneriakkan semboyan
Merdeka atau Mati.

Ingatlah, sesudah sebuah perang
selalu pertempuran yang baru
melawan dirimu.

Puisi: Musium Perjuangan
Puisi: Musium Perjuangan
Karya: Kuntowijoyo


Catatan:
  • Prof. Dr. Kuntowijoyo, M.A.
  • Kuntowijoyo lahir di Sanden, Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943.
  • Kuntowijoyo meninggal dunia pada tanggal 22 Februari 2005 (pada umur 61 tahun).

Post A Comment:

0 comments: